Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Februari 2011

Dia dan Pernikahannya...

Hari ini saya menemui teman lama saya, teman saat SMP dulu. dia sedang ada di Palembang karena menemani ibunya yang akan dioperasi besok... saat dia menelepon saya, saya sedikit kaget sebab sudah beberapa tahun ini kami tidak saling berkomunikasi. saya hanya tahu jika dia sudah menikah..
saat tadi bertemu saya sedikit pangling melihat perubahan pada dirinya. ya sekarang dia agak gemuk namun tetap ceria dan bersemangat seperti dulu..
kami pun saling bercerita tentang keadaan masing-masing, saya cukup menceritakan tentang bagai mana kuliah saya dan kabar keluarga dirumah. Sedangkan dia juga mengurai cerita tentang kehidupannya, bagaimana nasib pernikahannya yang juga baru saya ketahui jika dia telah gagal dalam rumah tangganya meskipun saat ini dia telah kembali menbangun rumah tangga yang baru namun saya tetap miris ketika mendengan ceritanya tentang nasib pernikahannya.

dia bercerita jika ia telah memiliki seorang anak laki-laki hasil pernikahannya yang pertama, pernikahannya itu hanya berjalan beberapa bulan saja. ketika hamil muda dia memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya dan setelah melahirkan dia pun resmi bercerai dengan suaminya. ketika saya tanya mengapa rumah tangganya bisa begitu, dia hanya menjawab enteng karena keluarga mantan suaminya itu tidak menyukai kehadirannya. bahkan sampai ia mengandung pun tak ada yang menyambut dengan suka cita. dia bercerita selama tinggal dirumah mertuanya hidupnya tak bahagia sebab sikap dari keluarga mantan suaminya itu tak baik menurutnya ditambah sikap mantan suaminya yang pada saat itu selalu menurut pada perintah orang tuanya sehingga tidak berani untuk menbangun suatu rumah tangga yang mandiri tanpa campur tangan orang tuanya. 
dia seperti tidak dianggap di rumah itu, Ia dilarang untuk mengerjakan pekerjaan rumah meskipun itu pekerjaan ringan, dan ketika ia memasak maka masakannya itu tidak akan disentuh atau dimakan oleh mertuanya dan keluarga mantan suaminya yang tinggal dirumah itu. miris sekali saya mendengarnya, dia diperlakukan seperti itu namun suaminya pada saat itu tidak bisa berbuat apa-apa. 
bahkan ketika ia mengandung bukannya senang karena akan mendapat cucu, mertuanya malah menyesalkan mengapa dia hamil secepat itu, sampai saat ini sang mertua pun tak pernah sekalipun untuk menemui cucunya begitupun dengan mantan suaminya yang belum pernah menemui anaknya..

Dia mengurus bayinya sendiri dan berusaha bekerja untuk membantu biaya susu anaknya juga hidupnya, sebab mantan suaminya hanya memberinya uang 500 rb perbulan. sampai dia harus menghentikan asupan ASI untuk bayinya ketika bayinya baru berumur 4 bulan karena dia harus bekerja, berangkat pagi ketika bayinya belum bangun dan pulang malam saat bayinya telah tertidur pulas. tanpa sempat menikmati perannya sebagai ibu muda.

setelah bercerai dengan suaminya dari pernikahannya yang pertama dia kembali bertemu dengan mantan pacarnya ketika SMA, laki-laki itu mengaku masih sangat mencintainya dan akan menerima dia apa adanya.. dan akhirnya dia pun menikah. dan syukurlah laki-laki itu mau menerima dia dan juga sayang pada anaknya. 

ketika saya kerumah sakit menjenguk mamanya, ada balita 1,5 tahun yang lucu berlari menghampiri teman saya dan berteriak "Mama.." saya begitu tersentuh.. Teman saya masih terlalu muda untuk sebutan itu juga untuk semua jalan kehidupannya..
dan balita itu ketika saya melihat matanya yang bening..umm...sedihnya..balita itu begitu lugu,polos dan belum bisa mengerti apa yang terjadi pada orang tuanya..
dan ketika saya tanya apakah ia tahu siapa ayah kandungnya teman saya menjawab tidak dan tidak akan pernah tahu karena ia tidak akan membiarkan anaknya tahu.. saya hanya mengangkat bahu..

Kamis, 10 Februari 2011

Apa Yang Salah Dari Saya??

Begitu banyak hal yang ada dibenak saya yang selalu hadir ketika saya tengah terdiam atau memikirkan sesuatu, tanpa bisa saya bagi dengan orang lain mskipun dengan orang terdekat saya. bukan artinya hal itu sangatlah bersifat pribadi namun memang saya tidak tahu bagaimana untuk menceritakan sekedar membagi sedikit beban yang saya pikul..saya tidak tahu harus memulainya dari mana dan saya malu jika menceritakannya sebab saya tahu itu adalah hal bodoh yang mestinya tak perlu saya pikirkan. namun rasanya sulit sekali untuk mengusir semua itu..

mungkin tulisan ini akan sangat kacau sekali sebab saya sendiri tidak memiliki alur yang jelas untuk menceritakannya. entah..rasanya sulit sekali untuk mengeluarkannya dan melahirkannya dalam sebuah tulisan ataupun kata-kata.

mengapa saya begitu bodoh? Mengapa Allah tidak mentakdirkan saya menajadi manusia yang dianugrahi kepintaran?
sering kali pikirang itu hadir dalam benak saya, namun buru-buru saya tepis semua itu..sisi lain pikiran saya berkata tidak boleh berkata seperti itu, harus tetap bersyukur dengan apa yang dimiliki sebagai anugrah dari Allah..
Tapi saya cuma manusia biasa, sebasar apapun usaha saya untuk menghilangkan semua pikiran bodoh itu tetap saja saya tidak bisa menghindarinya ketika pikiran itu kembali hadir. saya selalu merasa mengapa yang saya peroleh tak seperti yang saya harapkan...padahal saya sudah berusaha, bekerja keras agar saya bisa memperoleh apa yang saya inginkan. mengapa selalu begitu. seolah keinginan saya tidak dibarengi dengan usaha saya untuk mencapainya. apa yang salah dari diri saya??? sehingga sepertinya saya tidak layak memperoleh apa yang sangat saya inginkan.
Hasil yang saya dapatkan memang tidak jelek, saya tetap bersyukur akan itu namun bukan sebatas itu yang saya harapkan, saya mengharapnya lebih untuk itu. karena saya merasa berjuang, berusaha, berdoa...dan selalu berharap mendapat hasil yang saya inginkan.. namun ketika semuanya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan saya jadi merasa semua usaha yang lakukan itu sia-sia...saya merasa kecewa..

ketika saya menagis akan hal itu, Mama hanya berkata tidak semua apa yang kita inginkan bisa terwujud, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa selebihnya Allah yang menentukan. terima apa yang telah diberikan olehNYA pada mu, dan yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik untuk mu,,,sesungguhnya Allah itu tidak tidur dan tahu apa yang dilakukan umatnya.

Aku Telah berusaha untuk menerimanya, namun rasanya semangat ku tak lagi besar..Aku hanya tersenyum kecut bila mengingat impian-impian ku dulu...
Ya Allah..Kembalikan semangatku...

Sabtu, 08 Januari 2011

Ketika Putus Asa itu Menghampiri

saya mulai jengah...
ujian kali ini benar-benar dirasakan dahsyat karena ada satu MK yg kata teman saya itu "umaknya"..hahaha..yah MK itu melahirkan tugas yang amat sulit...untuk saya..bagi saya..
seluruh tenaga dan pikiran terkuras. hingga kemarin saya tiba-tiba  seperti orang bodoh.yah saya merasa putus asa, pesimis, kalut, tak ada semangat. yang ada dipikiran saya hanya ingin pulang.meninggalkan semua yang membuat saya pusing disini..kuliah dan segala tetek bengeknya. rasanya capek sekali..
pagi itu, tekad saya sudah bulat.saya ingin pulang.entah apa yang ada dipikiran saya hingga saya punya keinginan seperti itu.bodoh?? pastinya..tapi memang itu yang saya rasakan. saya stres dan tidak bisa mengontrol diri saya. dan itu sangat memalukan.
klo bicara soal putus asa jadi ingat waktu itu pernah dengar dari sesorang klo sebenarnya dulu saat kecil kita tak punya rasa putus asa. saat mulai duduk, merangkak, hingga belajar berjalan. seorang bayi yang mulai tumbuh besar selalu ingin belajar melakukan itu semua meskipun tidak mudah. karena ketika seorang bayi ingin belajar berjalan, tak ada waktu yang singkat untuk itu butuh waktu dan prosesnya tak mudah. tak jarang bayi itu harus tersungkur atau terjatuh karena kaki-kaki kecilnya belum kuat menopang badannya. namun mereka tiada putus asa, mereka tetap bangkit lagi, mencoba berjalan kembali, jatuh lagi, bangun lagi hingga mereka bisa berjalan. mereka lakukan itu ..tanpa putus asa.
namun seiring berlalunya waktu, dan bayi mungil itu mulai tumbuh besar dan dewasa, Tuhan memberikan sedikit demi sedikit rasa putus asa itu. mulai ada rasa putus asa dalam diri mereka. 
mungkin begitu pun dengan saya..rasa pasrah karena tak bisa selalu mengelanyut dalam benak saya. saya cuma bisa menangis, menyesali mengapa saya tidak bisa melakukannya tanpa berusaha mencoba untuk kembali mencoba dan memperbaikinya..hmm..begitu sulit bagi diri saya. kadang sempat berfikir sebodoh itukah saya...





Sabtu, 01 Januari 2011

TAHUN BARU ... SEMANGAT BARU !!! •⌣•

Happy New Year !!!!! Toeeeeetttttt... hahahaha.. amatiran bunyi terompetnya. •⌣•
yup kita dah di 2011 sekarang ow ow semakin cepat saja rasanya waktu berlalu..hmm jadi ingat kata Bibi saya dulu jika kita merasakan seperti itu tanda nya kita semakin betah dibumi ini. klo dah gitu harus cepat sadar bukan bumi tempat abadi kita, tapi disini kita cuma mampir. hehe
Klo ditanya ada acara atau tidak untuk merayakan malam pergantian tahun atau ngerayakan tahun baru, dengan lantang saya jawab TIDAK.. Hiks..ya memng gak ada yang berkesan.tapi memang dari dulu saya tidak pernah merayakan malam pergantian tahun seperti orang-orang..kepengen sih.tapi lebih dikalahkan oleh rasa ngantuk dan malas.jadinya ya cukup merayakan di rumah saja sambil nonton. 
Malam pergantian tahun saya jadikan ajang untuk merenungkan apa saja yang saya lakukan dan alami di tahun yang bakalan ditinggalkan, kilas balik gitu deh sekaligus introspeksi. berusaha mengingat ingat apa saja kejadian yang berkesan yang tertinggal sangat kuat dipikiran saya.hehe.. saat berusaha mengingat semuanya, mungkin saya akan tersenyum sendiri karena mengingat hal lucu ataupun menyenangkan namun pasti ada saat rona wajah saya berubah menjadi sedih. yah..saya kembali teringat kejadian yang tidak mengenakkan yang saya alami. cepat-cepat istigfar dan berdoa supaya ditahun yang akan dilalui tidak terjadi lagi.
Tahun 2010... saya jalanin dengan seseorang  yang baru dalam hidup saya yang saya cintai. dia yang selalu menemani saya, bersama saya, pokoknya dia selalu ada untuk saya. Bahagia? pasti donk..meskipun di awal masa-masa itu banyak masalah yang datang tapi Alhamdulillah kami bisa melewatinya. ♥ ♥
Di tahun 2010 banyak pelajaran hidup yang bisa saya ambil dan saya jadikan acuan untuk hidup yang lebih baik dan dewasa. karena pastinya umur saya kian bertambah seiring dengan pergantian tahun. 
Harapannya di tahun 2011  ini saya bisa menjadi orang yang lebih baik, berguna bagi siapa pun, semakin dewasa, selalu dalam perlindungan yang kuasa dan target-target hidup saya dapat tercapai. Targetnya hmm...gak muluk2 kok, UAS sukses, IPK naik, KP lancar menyusul seminar dan sidang KP juga lancar..Amieeeen ya Allah. Hee..banyak yah. borongan doanya..Tapi sebenarnya masih banyak lagii, tapi gak mungkin disebutkan satu satu. Allah Maha Tahu. intinya tahun 2011 ini harus lebih lebih baik dari tahun kemarin. semoga selalu ada senyum di bibir saya dan orang-oranf disekitar saya..
Amieeennn ya Allah.....•⌣•

Minggu, 26 Desember 2010

Dan Waktu Itupun Tiba

“Heiiiii!!!!” Tena mengagetkan Reni yang termenung di kursinya. “Aaaaaa” Reni menjerit kemudian melotot pada Tena, korban pelototan Reni hanya nyengir sambil senyum-senyum.
“Kamu papaan sih pake ngagetin segala! Klo aku jantungan gimana?senang ya aku mati!!” teriak Reni dengan kesal.
“Habis kamunya juga dari tadi aq liatin kayaknya serius banget ngelamunnya.mikirin apa sih?” ucap Tena smbil menarik kursi dan duduk disebelah Reni.
Reni hanya diam...
“Ren..kamu kenapa kok akhir-akhir ini...”
“Aku gak papa kok Ten” Reni memotong pertanyaan Tena.
“Pulang yuk!Aku capek pengen istirahat” kata Reni sambil menarik tangan Tena.
“Lho kamu gak nonton Adit tanding basket?dia kan pacar kamu dan biasanya kamu gak mau ketinggalan. Aku malah mau ajak kamu nonton makanya aku kesini. ” ungkap Tena.
Reni menarik nafas panjang “Gak ah, Aku lagi males nonton. Pengen pulang dan tidur.” Jawab Reni malas.
“Tapi kan?...”
“Udah lah Ten, kamu mau pulang gak.klo gak aku duluan” ujar Reni sambil beranjak dari kursinya dan melangkah keluar kelas.
Tena bingung dengan ulah sahabatnya namun dengan cepat ia mengejar Reni.
“Reniiii!!! Tunggu!!”
***
“Mah.. Kenapa Reni bisa kena penyakit itu sih ma? Setau Reni yang punya penyakit itu gak bisa sembuh dan pasti mati” ucap Reni lemah di pangkuan mamanya.
Mama Reni tak mampu berkata-kata di sudut matanya terlihat bulir air mata yang siap tumpah
“Semuanya pasti akan mati sayang, mama, papa juga akan mati” ucap mama Reni pelan.
“Tapi gimana klo Reni duluan yang mati mah, Reni mati sebelum bisa buat Mama Papa bahagia” sanggah Reni sambil bangun dan menatap Mamanya.
Mama Reni tak mampu menatap mata putri yang sangat dicintainya. Ia menagis dan menarik Reni dalam pelukannya.
“Reni gak boleh bilang gitu sayang, Kamu pasti sembuh. Percayalah sayang.jangan katakan itu lagi,Mama gak kuat mendengarnya” kata Mama Reni di sela isak tangisnya.
***

Reni baru mengetahui jika ia mengidap Leukemia dan dokter memvonis hidupnya tinggal 2 bulan lagi. Reni sangat shock ketika tahu hal itu, ia membayangkan hidupnya tak lama lagi. Bayangan orang-orang yang disayanginya selalu hadir, Mama Papanya, Tena sahabatnya juga Adit, cowok yang setia menemaninya 1 tahun ini juga teman-temannya. Ia tak sanggup jika  membayangkan ia harus meninggalkan mereka semua dan meninggalkan impian melanjutkan sekolah di luar negeri bersama Adit.
 Sejak itu Reni berubah menjadi pendiam dan belakangan ia mulai menjauh dari Adit. Ia selalu menghindar jika Adit ingin menemuinya, dan kalaupun ia tengah bersama Adit maka ia akan bicara seperlunya. Berbanding terbalik dngan Reni yang biasanya ceria. Dipikiran Reni, Ia tak kan sanggup jika harus berpisah dengan orang-orang yang disayanginya dan Ia tak ingin nanti jika dirinya pergi orang-orang terdekatnya akan merasa sangat kehilangan. Begitupun dengan Adit, Reni berusaha menjauh dari cowok itu karena Reni tidak ingin nanti Adit merasa terpukul akan kepergiannya paling tidak Adit telah terbiasa tanpa ada Reni di sisinya.
***
Adit sebenarnya telah merasakan berubahnya sikap Reni belakangan ini. Adit bingung sekaligus bertanya-tanya tentang sikap Reni yang akhir-akhir ini berubah. Ia sudah menanyakan pada Reni namun Reni tak menceritakan apa-apa. Begitupun Tena yang juga tidak mengerti apa yang terjadi dengan sahabatnya.
Seperti siang itu menjelang kelulusan sekolah.
“Reni!!” teriak Adit sambil mengejar Reni yang telah berjalan keluar dari kelasnya.
Reni menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.
“Aku nyariin kamu dari tadi Ren”  keluh Adit sambil terengah-engah.
“Ada apa?” Jawab Reni singkat sambil kembali berjalan.
“Aku mau ngomongn tentang rencana kita buat kuliah di Luar negeri,kita kan dan ngerencanain kuliah sama-sama  di Australia” jawab Adit sambil ikut melangkah.
Adit melanjutkan ceritanya
“Orang tuaku sangat setuju rencana itu. Aku dah searching di internet tentang perguruan tinggi di sana  dan aku udah siapin pilihannya buat kamu pilih, terus aku juga udah cari-cari informasi tentang...”
“Cukup Dit!!!Aku gak mau bahas itu!! Aku gak mau sekolah keluar negeri!!” Teriak Reni memotong kemudian berlari sambil menangis.
Adit hanya termangu, ia bingung tak mengerti apa yang terjadi pada orang yang sangat disayanginya.
***
Adit memutuskan pergi kerumah Reni, disana ia hanya bertemu ibunya.
“Jadi Reni belum pulang ya tante? ” tanya Adit setelah ia minum jus buatan mama Reni.
“Ia, tante juga gak ngerti. Gak biasanya dia telat gini pulangnya.”
“Hmm.. tante..Adit boleh tanya sesuatu?”
“Boleh, kamu mau tanya apa?”
Adit terlihat ragu-ragu namun akhirnya ia pun bertanya.
“Apa sebenarnya yang terjadi dengan Reni tante? Mengapa akhir-akhir ini sikapnya berubah?” tanya Adit.
Mama Reni kaget mendengar pertanyaan Adit, Beliau bingung menjawabnya.
“Tante..tolong ceritakan dengan saya, ada apa tante?” desak Adit memelas.
Akhirnya Mama Reni menceritakan semua tentang Reni, Penyakitnya dan umur Reni yang tak lagi lama. Adit mendengarkan dengan seksama dan tak sadar air matanya menetes.
“Itu yang terjadi pada Reni” Mama Reni menyudahi ceritanya sambil mengusap air mata yang telah membanjiri pipinya.
Adit terdiam, perasaannya terguncang. Ia tak menyangka dengan apa yang telah terjadi pada orang yang dikasihinya. Ia begitu shock! Beberapa saat mereka berdua terdiam.
“Nyonya ada telepon dari rumah sakit ” ujar Bibik, memecah keheningan.
“Apa??” Mama Reni kaget, Beliau bergegas meninggalkan Adit meneju ke ruang tengah.
Mama Reni kembali dengan tangisan yang semakin keras. Adit kaget
“Ada apa tante?kenapa tante nangis?” tanya Adit kebingungan.
“Re...Reni Dit..” Mama Reni tak mampu melanjutkan kata-katanya.
“Reni kenapa tante??” Tanya Adit tak sabar.
“Reni kritis di rumah sakit...”
***
Gundukan tanan itu masih merah dan basah. Di sana Reni telah beristirahat dengan tenang bersama mimpi-mimpinya yang indah. Reni telah pergi...
Adit menatap tanah basah itu dengan nanar, Ia masih belum percaya hal itu. Ia belum percaya orang yang sangat disayanginya, yang selama ini bersamanya telah pergi, pergi ketempat yang jauh. Ia tak sanggup membayangkan hari ini, esok dan seterusnya tanpa Reni, Adit seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga dihidupnya. Rasanya baru kemarin Ia dan Reni masih bersama-sama, bercanda, mereka  bermimpi ke keluar negeri dan sekolah disana. Namun kini mimpi itu telah terkubur bersama jasad Reni  yang telah tenang di pangkuanNya. Waktu itu pun telah tiba.
***
By : Dyah

Sabtu, 25 Desember 2010

Lingkungan pun Menangis

Tadi sore saya menonton berita di salah satu saluran televisi swasta. Salah satu beritanya menceritakan tentang pencemaran lingkungan di jawa timur.khususnya di kabupaten gresik. Saya makin tertarik mendengarkan berita itu,karena gresik adalah kota kelahiran ayah saya, dan saya ingat beliau pernah cerita tentang tempat kelahirannya itu, tentang alamnya, kali brantas tempat beliau bermain bersama teman-temannnya dan sebagainya. Namun sepertinya keadaan yang beliau ceritakan tidak lagi sama dengan keadaan gresik saat ini.  Akibat berkembangnya industri di jawa timur, pencemaran lingkungan dan polusi akibat limbah industri merupakan suatu resiko yang tak terelakkan. Langit disana tak lagi biru karena tertutup asap-asap pabrik, sungai Brantas airnya telah tercemar akibat limbah pabrik yang kini telah terang-terangan dibuang langsung kesungai mengakibatkan sungai berantas tercemar hebat.

Akibat itu semua Surabaya menduduki peringkat ketiga setelah Bangkok dan Jakarta sebagai kota di kawasan Asia yang polusi udaranya paling buruk. Hmmm...sungguh ironis hasil survei yang dilakukan lembaga lingkungan hidup di Asia itu karena Surabaya merupakan kota yang hampir setiap tahun mendapatkan anugerah Adipura dari Departemen Lingkungan Hidup.

Lebih lanjut dikatakan kondisi Sungai Brantas saat ini ternyata memprihatinkan, meski diakui fungsinya sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Tingkat pencemaran sungai ini telah melewati ambang batas dan berpengaruh negatif terhadap kehidupan biota perairan serta kesehatan penduduk yang memanfaatkan air sungai. Bahan pencemar berasal dari limbah domestik, limbah pertanian, limbah taman rekreasi, limbah pasar, limbah hotel, limbah rumah sakit, dan limbah industri.

Tingginya tingkat pencemaran di Sungai Brantas otomatis berdampak signifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran. Banyak warga yang mengeluh karena penyakit gatal-gatal, juga demam berdarah mewabah, selain itu bau busuk pun mencemari udara selain polusi sehingga banyak masyarakat yang mengeluh sesak nafas. miris bukan mendengarnya?
Hal ini mungkin tak akan terjadi jika para pengusaha industri mau sedikit peduli terhadap lingkungan dengan mengadakan daur ulang limbah.yah memang saya tau itu memakan biaya yang tak sedikit. Namun akibat yang ditimbulkan dari limbah industri itu pun tak bisa dianggap enteng.
mungkin ketika Ayah saya mengunjungi kota kelahirannya maka beliau akan terkaget kaget melihat keadaannya saat ini.

Jumat, 24 Desember 2010

Teruntuk Mama

"Maaa....Selamat Hari Ibu ya maaa..."
"Ia, makasih.wah ingat juga ya mita"

Sepenggal pesan singkat di hari ibu kemarin tanggal 22 desember.
Andai aku ada di rumah bersama mama aku pasti mengucapkannya sambil memeluk dan mencium pipinya, menjadikan hari itu tak biasa karena aku  menggantikan seluruh pekerjaan rumah yang biasa dilakukannya.Hmm..tapi kenyataannya aku jauh dari mama dan ucapan it hanya bisa kuucapkan lewat pesan singkat.

Aku selalu rindu mama, selalu ingin bersama beliau...ketika aq lelah dengan seabrek aktivitas kuliah dan tugas kampus, aku ingin ketika pulang ada mama,bersandar di dadanya, tidur dipangkuannya,menceritakan keluh kesahku sembari menikmati elusan tangannya dipunggungku tuk menenangkanku.dan itu adalah hal yang paling mujarab intuk menumbuhkan semangatku kembali.aku rindu saat-saat itu...karena saat ini aku hidup sendiri disini tanpa mama, ayah, adik2ku...
Mama selalu mengajariku tentang kesabaran, beliau mengajarkanku untuk selalu bersabar menghadapi apapun yang terjadi, dan mengajarkan aku untuk selalu bisa menerima Allah padaku. "Allah pengatur yang terbaik, percayalah apa yang telah diberikan olehNya adalah pilihan yang terbaik untukmu". itu yang selalu beliau katakan padaku ketika aku mulai mengeluh, kesal, capek karena yang aku peroleh gak sesuai dengan yang aku inginkan.
Aku selalu kagum dengan sosok mama, beliau wanita yang kuat dan sabar padahal aku tau ada banyak sekali hal yang terkadang membuatnya tertekan namun beliau selalu tegar menghadapi semunya. Mama ingin memberikan contoh kepada anak-anaknya klo wanita gak boleh lemah..itu kata mama.
Mama selalu bisa menagani semua beban pekerjaannya, baik sebagai ibu rumah tangga dan guru. beliau tidak pernah mengeluh mengerjakan itu semua padahal aku tau semuanya berat, ditambah hadirnya si bungsu yang pasti membuatnya semakin repot. aku kadang menangis ketika malam sebelum aku memejamkan mata teringat mama di rumah, pasti beliau sedang sibuk membereskan rumah dengan segala tetekbengeknya. karena esok pagi beliau harus pergi kesekolah dan baru bisa mengerjakan semuanya setelah meninabobokan si bungsu.
Aku kadang malu sama Mama, Aku disini yang hanya dituntut untuk kuliah dengan baik masih sering mnegeluh inilah itulah, padahal beban itu hanya sebagian kecil dari beban yang harus di tanggung mama.
tapi Mama selalu mengerti jikalau aku mengeluh padanya...beliau dengan sabar mendengarkan ceritaku, menasehatiku, memberikan semngat...


Teruntuk Mama di sana.. Aku sayang Mama. Aku Rindu Mama...
yang aku bisa lakukan disini cuma berdoa, semoga Mama selalu diberikan kesehatan, kemurahan rizki, dan selalu dilindungi olehNya..Aminn....

Kamis, 23 Desember 2010

Semuanya Indah Bila Bersama

"Teman"....kalian tentu sering mendengar sebutan itu.
yup "Teman" seseorang yang bisa kita anggap orang terbaik, sahabat bahkan lebih dari itu yaitu saudara.
Teman memberikan cerita, dari saat pertama kali bertemu, berkenalan, bercerita, melakukan hal bersama...
meskipun terkadang salah faham itu datang, emosi dan kekesalan itu hadir tapi sebenarnya itu hanya sebagian kecil dibandingkan indahnya pertemanan itu. dikelilingi teman-teman,. kita seharusnya bisa belajar mengerti watak dan karakter masing-masing, karena gak semuanya sama. Masing-masing memiliki sifat yang merupakan prinsip hidupnya, dan pertemanan harus dapat menyatukan prinsip-prinsip itu bukan memaksa untuk menyamakannya. 
begitu pun saya..
saya perantauan di sini, jauh dari orang tua dan saudara. Saya cuma punya teman yang saya harapkan bisa jadi pengganti keluarga yang gak bisa aku temui di sini. saya bersyukur punya banyak teman yang baik sama saya, saya udah menggaggap mereka sebagai saudara. dan memang dalam pertemanan itu perbedaan prinsip itu pasti ada...saya selalu belajar memahami karakter dari teman-teman saya meskipun terkadang semuanya gak sejalan sama karakter saya sndri. tapi hal itu gak saya jadikan sebagai hal pembeda. saya selalu berusaha mengerti dan menjaga semuanya agar tetap baik tanpa harus mencampur adukkan prinsip-prinsip itu. saya memang gak tau apa penilaian mereka terhadap diri saya..yang pasti saya selalu berusaha jadi teman yang baik buat mereka.
hmm...ya  memang pastinya tidak semua orang suka sama saya, saya tau itu. karena mungkin ada hal yang tidak bisa mereka terima dari saya sehingga tidak bisa menempatkan saya sama seperti yang lainnya. saya mengerti. tapi sebenarnya aku tetap menganggap mereka teman - teman sayang. saya sayang mereka. dan berharap suatu saat yang kurang baik itu akan menjadi baik seiring berjalannya waktu.